Pemimin dan Harta adalah Amanah
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. Ayat diatas menyebutkan kata jamak “amanat – amanat”. Artinya, banyak sekali amanat yang kita terima. Semuakelebihan yang ada pada kita adalah amanat. Harta yang ada pada kita adalah amanat Allah. Begitu juga pengetahuan kita dan apa saja yang membuat kita ini lebih baik, semua itu adalah amanat. Firman Allah di atas dilanjutkan dengan ayat yang secara khusus menyebur “pemerintahan” sebagai sesuatu yang harus dijalankan dengan dengan adil dalam kaitannya dengan amanat. Dan apabila menetapkan hukum (pemerintahan) di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Harta yang kita miliki adalah amanat dari Allah SWT. Bahkan Allah SWT menyebut bahwa harta adalah sesuatu dimana kita ditunjukkan untuk menguasainya, Allah berfirman dalam QS. AL Hadid : 07) Berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah Telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. Lalu bagaimana cara melaksanakan amanat kaitannya dengan harta ? yaitu memanfaatkan harta selain untuk keperluan kita dan keluarga, juga disalurkan sebagian kepada masyarakat yang memerlukan. Dalam agama kita, kepemilikan harta bersifat suci. Artinya hak kita untuk memiliki harta tidak boleh diganggu. Ada sebuah hadis menerangkan bahwa ketika ada seseorang meinggal dunia karena membela harta yang halal dan sah, maka orang tersebut tergolong mati syahid. Hadis ini memberi gambaran yang sangat kuat bahwa harta sebagai milik yang sah adalah suci. Namun yang tetap harus diingat oleh kita semua dalah bahwa konsep kepemilikan harta dalam Islam bukan kepemilikan mutlak, melainkan hanya bersifat “titipan”. Ini berbeda dengan konsep kapitalisme barat yang memandang kepemilikan harta bersifat mutlak, sehingga seorang pemilik harta boleh melakukan apa saja kepada hartanya. Didalam Islam tidak demikian. Pembelanjaan harta dalam Islam harus dilakukan sesuai petunjuk Allah, bahwa pertama – tama harta dibelanjakan untuk keluarga, baru kemudian untuk masyarakat yang membutuhkan melalui konsep yang di sebut dengan “infaq”. Dala hukum warispun kita tidak boleh meninggalkan wasiat supaya harta kita diberikan kepada suatu badan sosial lebih dari sepertiga. Karena, kita mempunyai tanggung jawab yang besar kepada keluarga kita. Selain amanah berupa harta, umat manusia juga diberi “kekuasaan”. Oleh karena itu kekuasaan dalam agama kita harus dipandang sebagai amanah dari Allah SWT. Dan amanah itu harus kita tunaikan dengan sebaik-baiknya dan seadil – adilnya. Dalam konsep ilmu – ilmu sosial dijelaskan bahwa tindkan manusia yang paling mungkin melanggar keadilan ialah tindakan menggunakan kekuasaan. Oleh karena itu, kekuasaan adalah amanat yang paling penting untuk diawasi. Karena, diantara semua fasilitas dan kemudahan dalam hidup ini yang paling mudah disalah gunakan adalah tindakan menggunakan “kekuasaan”. Dalam bahasa asing ada istilah – istilah yang sering memperingatkan kita tentang bahaya kekuasaan, seperti power tends to corrup, kekuasaan itu cenerung untuk curang. Dalam Al Quran diingatkan bahwa salah satu bentuk penyalah gunaan kekuasaan ialah melindungi tindakan – tindakan yang salah. Wujud penyalah gunaan kekuasaan tidak saja berupa tindakan salah dari seorang penguasa secara langsung, tetapi juga bisa berupa langkah mereka untuk melindungi kesalahan orang lain melalui reka yasa kekuasaan. Rekayasa menutup kesalahan orang lain itu misalnya tergambar didalam Al Quran yang menjelaskan tentang hubungan ekonomi : Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu Mengetahui. Dalam kaitannya dengan rekayasa kekuasaan, sering terjadi kenyataan pahit di masyarakat. Bahwa seseorang dari sudut pandang lain diketahui berbuat salah ternyata secara legal formal keslahannya tak terbukti. Dalam kenyataannya,, hukum memang bisa diputar balikkan, bisa direkayasa. Ada pameo dikalangan orang Barat, All Lawyer almost liers, para ahli hukum hampir semua adalah penipu. Tetapi bukan penipu dalam arti kejahatan, tetapi mereka punya keahlian menciptakan legal device (muslihat hukum) sehingga suatu perbuatan yang salah tiba – tiba jadi benar. Sebagai misal, banyak sekali harta yang di hasilkan dari model KKN pada masa lalu, tetapi kenyataannya tertutup oleh lapisan legal devices yang sulit sekali ditembus oleh pengadilan. Maka pengsikapi itu semua, yang paling diperlukan oleh kita pada saa sekarang ini adalah kesadaran keadilan pada diri kita masing – masing. Kemudian kesadaran keadilan yang bersifat personal itu harus ditindak lanjuti dan diletakkan dalam kerangka sosial dan struktural. Allah berfirman : Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dalam hal menegakan keadilan, jangan sampai kita terpengaruh kepada suka ataupun tidak suka kepada seseorang. Walaupun kita sedang diliputi kebencian, keadilan harus tetap dilaksanakan. Sebailknya ketika kita diliputi rasa senang atau suka cita, keadilan tetap harus di tegakkan.MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN DA'WAH
Dakwah adalah panggilan atau seruan bagi umat manusia menuju Allah, yaitu jalan yang menuju Islam.
Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan Aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".
Dakwah sering diartikan : Usaha untuk merubah situasi kurang baik (tidak Islami) ke situasi yang lebih baik (Islam). Yang sangat penting dalam kegiatan dakwah yaitu adalah usaha untuk merubah cara berfikir cara merasa bersikap dan cara hidup sasaran dakwah. Kearah kualitas hidup yang lebih baik. Hakekat dakwah sama dengan usaha untuk membangun yaitu hari esuk lebih baik dari pada hari ini.
Dalam hal ini dakwah dapat diartikan segenap usaha Muslim baik secara individual maupun secara kolektif untuk merekonstruksi masyarakat sesuai petunjuk ilahi.
Kreteria bahwa sesuatu kegiatan bisa disebut dakwah jika kegiatan tersebut merupakan sistem usaha bersama orang Islam dalam rangka mewujudkan ajaran Islam dalam semua segi kehidupan sosial kultural yang dilakukan melalui lembaga – lembaga dakwah. Sedangkan tabligh merupakan sistem usaha menyiarkan dan menyampaikan islam agar dipeluk individu dan masyarakat yang dilakukan oleh individu baik melalui tulisan maupun lesan. Tabligh merupakan bagian dari sistem dakwah Islam dan dilakukan oleh semua ahli sesuai dengan profesinya dalam suatu kerangka dakwah, jadi kegiatan dakwah yang dilakukan perseorangan dapat disebut sebagai tabligh, sedangkan dakwah apabila kegiatan tersebut dilakukan perseorangan atau kolektif yang didukung oleh sistem atau organisasi.
Inti dakwah adalah amar ma’ruf nahi munkar, yaitu menyuruk melakukan kebaikan dan mencegah melakukan keburukan.
B. HUKUM BERDAKWAH
Secara umum setiap Mu’min wajib berda’wah sesuai dengan kemampuan masing – masing. Untuk menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat lebih mendetail diberbagai aspek ajaran Islam ini adalah kewajiban yang bersifat kolektif, artinya kalau didalam kelompok masyarakat tersebut sudah ada sebagaian yang sudah melakukan maka yang lain tidak dituntut.
C. FUNGSI DAKWAH
Fungsi kerisalahan berarti, bahwa kegiatan dakwah itu sebagai melanjutkan tugas pokok diutusnya Rasulullah saw. Memandang fungsi kerisalahan dakwah, maka Islam tidak lain merupakan sumber nilai. Dengan demikian dakwah lebih merupakan suatu proses alih nilai (transfer of value) yang dikembangkan dalam rangka perubahan perilaku, sehingga obyek dakwah menjadi manusia masa depan yang lebih lengkap dalam dimensi keberagamaannya. Dakwah adalah suatu proses pengkondisian agar obyek dakwah menjadi lebih mengetahui, memahami, mengimani dan mengamalkan Islam sebagai pandangan dan pedoman hidupnya. Dengan ungkpan lain, hakekat dakwah adalah suatu upaya untuk merubah suatu keadaan menjadi menjadi keadaan lain yang lebih baik menurut tolok ukur ajaran Islam. Dalam hal ini dakwah berarti upaya menumbuhkan kesadaran dari dalam pada diri objek dakwah, yang memungkinkan objek dakwah mempunyai persepsi yang cukup memadai tentang Islam sebagai sumber nilai dalam hidupnya dan dapat menumbuhkan kekuatan kemauan (ghirah, will power) dalam dirinya untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Islam tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dalam terminologi agama perubahan yang terjadi akan menyangkut aspek aqidah (iman), akhlak, ibadah dan mu`amalah duniawiyah.
Dengan demikian dakwah dapat dipandang sebagai proses komunikasi dan proses perubahan sosial. Sebagai proses komunikasi, karena pada tingkat (objek) individu, kegiatan dakwah tidak lain adalah suatu kegiatan komunikasi, yaitu kegiatan penyampaian pesan dari komunikator (da`i) kepada komunikan (objek dakwah) dengan melalui media tertentu, agar terjadi perubahan pada diri komunikan. Dakwah juga merupakan suatu proses perubahan sosial, oleh karena perubahan nilai diatas juga terjadi pada tingkat masyarakat, karena proses perubahan nilai dimungkinkan akibat interaksi sosial antar individu anggota masyarakat baik sebagai objek maupun subjek dakwah.
Dengan melihat dakwah sebagai proses komunikasi dan proses perubahan sosial diatas, maka pemahaman dan penggambaran dakwah hanya sebagai dialog lisan, menjadi tidak memadai lagi, sebab untuk terjadinya proses perubahan sosial tersebut, disamping dialog-dialog lisan, dibutuhkan dialog-dialog lain, seperti dialog amal (karya) dialog seni, dialog intelektual dan dialog budaya (nilai). Dengan demikian disamping dalam pengertian yang konvensional (da`wah bil-lisan), dakwah mestinya juga merupakan dialog-dialog amal, seni, intelektual dan budaya (da`wah bil-hal).
1. Fungsi Kerahmatan Dakwah dan Kekhalifahan
Fungsi kerahmatan dakwah, maka dakwah berarti menjadikan Islam sebagai sumber konsep bagi manusia dalam meniti kehidupan di dunia. Dalam kaitan ini dakwah meliputi upaya :
a. menterjemahkan (menjabarkan) nilai – nilai normatif Islam menjadi konsep – konsep yang oprasional di segala aspek kehidupan manusia ( bud-sos-ek-pol-iptek).
b. Implemantasi konsep – konsep tersebut dalam kehidupan aktual (individu, keluarga, dan masyarakat)
Dengan demikian fungsi kerahmatan dakwah menghendaki validitas dan aktualitas Islam sebagai sumber konsep untuk mengantisipasi permasalahan yang di hadapi manusia dan juga untuk mengembangkan sistem budayanya. Dalam pengertian ini maka menunaikan tugas dakwah bererti menunaikan juga tugas kekholifahan (pengaturan dan pembangunan)
Dalam hal ini bahwa tugas dakwah meliputi kawasan yang sangat luas. Sebagai ilusrasi misalnya, dalam pengertian da’i bukan saja mencakup mubaligh (dalam arti yang sempit). Melainkan juga mereka yang tekun mengkaji dan menjabarkan nilai – nilai normatif Islam menjadi konsep – konsep yang secara teknis mudah dijalankan dalam masyarakat (oprasional). Termasuk juga dalam pengertian da’i, mereka para pekerja sosial, para penggerak masyarakat, para penyantun fakir miskin dan anak yatim, para pendidik, para penulis, dan siapapun yang kegiatannya itu dalam rangka menerjemahkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
Disisi lain, fungsi kerahmatan da’wah juga meng isyaratkan bagi mereka yang terpanggil sebagai khoiro ummah ( QS. Ali Imran 110). Untuk melakkan tugas kolektif, yaitu membuktikan kebenaran dan keunggulan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Ini suatu tugas besar dan berat, yakni menterjemahkan Islam dalam konsep – konsep kehidupan yang oprasional dan akurat, mampu menjawab persoalan – persoalan yang timbul dalam sistem budaya manusia.
D. AKTUALITAS MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN DAKWAH.
Uraian diatas kiranya dapat memberikan wawasan pemahaman yang memadai mengenai kedudukan Muhammadiyah sebagi “GERAKAN DAKWAH”. Kegiatan Muhammadiyah dengan amal usahanya, tidak lain adalah manifestasi dakwah Islamiyah di berbagai aspek kehidupan manusia. Amal usaha Muhammadiyah (AUM) tidak lain merupakan wajah dakwah persyarikatan dan majelis – majelis, serta ortom yang merupakan perangkat dakwah persyarikatan, baik yang menyakut fungsi kerisalahan maupun fungsikerahmatan atau fungsi kekhalifahan.
Disisi lain uraian diatas dapat dijadikan arahan dan acuan bagaimana meningkatkan peran dakwah persyarikatan. Seberap ajauh gerak dakwah persyarikatan sudah merambah berbagai lahan dakwah yang non konfensional, dialog seni, dialog budaya, dialog intelektual, dan sebagainya. Secara kualitatif sejauh mana persyarikatan Muhammadiyah telah mengupayakan oprasionalisasi nilai nilai Islam dan program – program amal usahanya. Selain itu, diharapkan kepada para aktifis penggerak dakwah persyarikatan Muhammdiyah dapat memahami realitas dakwah persyarikatan yang ada sekarang dan yang seharusnya kita usahakan.
KENAPA PARA WANITA BEGITU HEBAT
Kenapa Para Wanita begitu Hebat ???
Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran diciptakan para ibu.
Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut :
"Tuhan, banyak nian waktu yang Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?"
Tuhan menjawab pelan :
"Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan?
Ibu ini harus waterproof ( tahan air / cuci ) tapi bukan dari plastik. Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai. Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak - anaknya. Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak - anaknya.
Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukkan hati anaknya.
Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan enam pasang tangan !!
Malaikat itu menggeleng - gelengkan kepalanya "Enam pasang tangan Tuhan.... ?
tsk ... tsk ......tsk"
"Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang
melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik...." balas
Tuhan.
Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu.
"Bagaimana modelnya?"Malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk - angguk.
"Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya :
"Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?", padahal sepasang mata itu
sudah mengetahui jawabannya.
"Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan sepasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya.
Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata :
"Saya mengerti dan saya sayang padamu". Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun.
"Tuhan", kata malaikat itu lagi....., "Istirahatlah" kata Tuhan :
"Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai"
Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit. Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging.
Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi....
Akhirnya Malaikat membalik - balikkan contoh Ibu dengan perlahan.
"Terlalu lunak", katanya memberi komentar.
"Tapi kuat", kata Tuhan bersemangat.
"Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan derita".
"Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi.
"Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi", kata Sang Pencipta.
Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu di pipi. "Eh, ada kebocoran disini" "Itu bukan kebocoran", kata Tuhan. "Itu adalah air mata.... air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, air mata....air mata....".
Akhirnya Malaikat berkata pelan pada pembaca.........:
"JIKA KAMU MENCINTAI IBUMU CERITAKAN HAL INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DI DUNIA INI DAPAT MENGHORMATI, MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA DAN MENGHARGAI ISTRI
PERJUANGAN RAKYAT PALESTINA
Pada hari ke 2o penyerangan Isral ke Palestina menimbukan berbagai macam kerusakan infrakstruktur sosial dan lain-lain. Hingga saat ini tercatat sekitar 1024 korban jiwa meninggal, 3700 luka-luka sebagian besar adalah anak-anak dan wanita.
Berdasarkan kajian historis, Palestina memiliki keunikan tersendiri, karena di wilayah ini telah bermuara tiga agama samawi, yakni Yahudi, Nasrani, dan Islam. Kota Yerusalem (Al Quds) merupakan tempat suci bagi ketiga agama tersebut. Di sinilah lletak pertemuan risalah para nabi yang membawa ajaran wahyu.
Pertemuan ketiga agama langit ini, seringkali menimbulkan konflik dan melahirkan peristiwa-peristiwa besar yang menyebabkan perseteruan berkepanjangan. Dimensi keagamaan teleh digeserkan oleh praktek-prektek politis yang diwarnai oleh hawa nafsu keserakahan dan arogansi.
Peradaban Palestina sebenarnya telah mulai dibangun sejak 40 000 tahun yang silam. Kedatangan imigran Yahudi ke Palestina untuk pertama kali terjadi pada masa Nabi Musa. Pada waktu itu, bangsa Yahudi melakukan eksodus, melarikan diri dari pengejaran Fir’aun dari Mesir. Bangsa ini telah memiliki tingkat peradaban yang tinggi (dari segi teknologi).
Kekuasaan bangsa Yahudi di negeri Palestina, mengalami kehancuran ketika bangsa ini mendapat serangan dari Babilonia. Di samping itu, mereka sendiri mengalami konflik internal. Hingga akhirnya bangsa Yahudi kalah dan diusir dari tanah Palestina. Sejak saat itu, bangsa Yahudi mengalami masa diaspora, yakni terpencar-pencar di berbagai negara di seluruh dunia.
Dalam kondisi diaspora tersebut, orang-orang Yahudi terus berusaha menyusun kekuatan untuk menguasai kembali Palestina dan membentuk negara di sana yang pada waktu itu, berada di bawah kekuasaan Turki Utsmani. Tokoh-tokoh Yahudi yang gencar melancarkan upaya pendudukan Palestina adalah Mosses Hess (1862), Leo Pinkster (1882), dan Theodore Herzl. Mereka menggagas gerakan “Kembali ke Bukit Zion”, yang kemudian melahirkan gerakan internasional yang dikenal dengan nama Zionisme. Mereka sangat bernafsu untuk membumihanguskan umat Islam di dunia.
Gerakan Yahudi ini mendapat dukungan kuat dari negara-negara barat, terutama Inggris dan AS. Hal ini akibat lobi-lobi Yahudi yang mampu mencengkeramkan tangan-tangannya di negeri-negeri sekuler Barat.
Pada tahun 1917, bangsa Yahudi sempat mendapat jaminan dari Inggris untuk mendirikan negara di Palestina. Imigran Yahudi waktu itu baru mencapai 56.000 orang (sekitar 8% dari warga Yahudi).
Bangsa Yahudi menghalalkan segala cara untuk bisa menguasai Palestina. Pada tanggal 14 Mei 1948 dengan penuh kelicikan, Yahudi memproklamasikan kemerdekaannya, meskipun mendapat kecaman keras dari bangsa Palestina dan bangsa-bangsa Arab lainnya. Setelah itu, jutaan rakyat Palestina terusir dari negerinya sendiri dan mengalami kesengsaraan akibat penindasan dan berbagai tindak kekejaman Yahudi. Sebagaimana firman Allah : Surat Al-Baqarah : 120 yang berbunyi :
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
Perlawanan rakyat sipil Palestina mulai bangkit pada tahun 1980-an. Kebangkitan ini muncul seiring dengan mulai maraknya aktivitas keagamaan dari umat Islam di wilayah itu. Gerakan Islam ini menjadi perjuangan alternatif bagi bangsa Palestina, setelah ideologi sosialisme dan nasionalisme menjalani kemunduran.
Puncaknya, rakyat sipil menggalang kekuatan untuk melawan imperialis Yahudi dengan melancarkan gerakan Intifadhah pada tahun 1987. Gerakan ini memberikan nuansa baru bagi perjuangan Palestina dan menjadi momentum bagi kemunculan HAMAS (Harakah Al Muqawwamah Al Islamiyyah), sebuah Gerakan Perlawanan Islam di Palestina.
Gerakan HAMAS ini dipimpin oleh seorang ulama kharismatis Palestina, Almarhum Syekh Ahmad Yasin. Mereka gigih berjuang untuk meraih kembali kemerdekaan Palestina, karena diyakini berdasarkan perspektif idealis Islam bahwa negeri itu milik kaum muslim yang wajib direbut kembali, sebagaimana Shalahuddin Al Ayubi berhasil membebaskan Al Quds dari cengkeraman kolonialis Yahudi pada masa Perang Salib.
Bangsa-bangsa muslim di dunia hendaknya melihat kondisi penderitaan berkepanjangan bangsa muslim Palestina tersebut sebagai realitas umat yang harus turut dibantu perjuangannya bukan malah sebaliknya. Sikap lemah dan segala bentuk kooperatif lainnya yang hanya akan memberikan keuntungan bagi bangsa kolonialis imperialis Yahudi tidak bisa diterima. Hal ini akan berarti pengkhianatan terhadap perjuangan saudara-saudara muslim kita di Palestina.
MAKSUD IMAN KEPADA TAQDIR ATAU QADAR BAIK DAN BURUKNYA
Allah menentukan segala sesuatu di masa lampau 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. Apa yang ditetapkan atas manusia tidak akan luput darinya, dan apa yang tidak ditetapkan tidak akan menimpanya. Dia mengetahui bahwa semua itu akan terjadi pada waktu-waktu yang telah ditentukan di sisiNya, dan di tempat-tempat yang telah ditentukannya.
Taqdir itu ada 4 macam :
Pertama, taqdir dalam ilmu dengan ilmu Allah segala sesuatu yang akan terjadi sudah diketahui sebelum manusia lahir sudah diketahui keadaannya. Apakah jadi manusia bahagia atau sebaliknya, jadi orang beriman atau kafir sudah diketahui Allah sebelumnya.
Dipalingkan darinya (rasul dan Al-Qur’an) orang yang dipalingkan (Az Dzariyat : 9)
Dipalingkan mendengarkan Al-Qur’an dan beriman kepadaNya di dunia, siapa yang telah dipalingkan darinya di masa azali. Tidak binasa dihadapan Allah, kecuali orang yang binasa , yakni orang yang telah dicatat dalam ilmu Allah bahwa ia akan binasa.
“Allah menghapuskan (apa yang Ia kehendaki) dan menetapkan (apa yang Ia kehendaki) dan di sisiNyalah terdapat Umul-Kitab (Lauhul Mahfudz). Ar-Ra’du : 39.
Keempat, yaitu berbagai ketentuan yang akan terjadi pada waktu-waktu tertentu Allah menciptakan kebaikan, keburukan, serta menentukan kedatangannya kepada hamba-hambanya yang sudah ditentukan.
FirmanNya :
“Sesungguhnya orang-orang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret mereka atas muka mereka (Dikatakan kepada mereka). Rasakanlah sentuhan api neraka. Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (Al-Qamar :47-49)
Bagian ini, jika hamba mendapatkan kemurahan dari Allah, maka ia dipalingkan darinya sebelum sampai kepadanya.
Dalam hadits disebutkan,
:Sedekah dan silatur rahim dapat menolak kematian buruk dan membalikkannya menjadi kebahagiaan.”
Dalam hadits yang lainnya :
“Sesungguhnya do’a dan bala’ berada diantara langit dan bumi dalam keadaan saling berperang, dan do’a menolak balak sebelum turun(ke bumi).